SJejak Siulak
Kuliner Khas Siulak: Tempoyak, Gulai Ikan Semah, Kopi Kayu Aro

Meja Makan Siulak: Tempoyak, Gulai Ikan Semah, dan Kopi Kayu Aro

Dari tempoyak fermentasi durian hingga gulai ikan semah dan kopi Kayu Aro, meja makan Siulak menyimpan jejak sungai, danau, dan kebun warga Kerinci.

Meja Makan Siulak: Tempoyak, Gulai Ikan Semah, dan Kopi Kayu Aro

Ringkasan Cepat

  • Siulak adalah kecamatan di Kabupaten Kerinci, Jambi, dan pernah menjadi ibukota Kabupaten Kerinci sebelum dipindahkan ke Kota Sungai Penuh pada 8 Oktober 2009.
  • Ibukota kecamatan Siulak berada di Desa Dusun Baru.
  • Tempoyak, gulai ikan semah, dan kopi Kayu Aro adalah sajian yang akrab di meja makan warga Siulak.
  • Ikan semah hidup di sungai dan danau di kawasan Kerinci, diolah menjadi gulai berkuah kuning.
  • Kopi Kayu Aro ditanam di dataran tinggi Kerinci dan diseduh sebagai teman makan di pagi hari.

Dari Dapur Kayu ke Meja Panjang

Pagi di Dusun Baru, ibukota Kecamatan Siulak, dimulai dari bunyi air mendidih. Di dapur-dapur rumah kayu, kopi Kayu Aro diseduh kasar, tanpa filter, langsung di gelas kaca tebal. Aroma tembakau bakar bercampur uap kopi menandai hari dimulai. Siulak berada di Kabupaten Kerinci, Jambi, dan pernah menjadi ibukota kabupaten sebelum pusat pemerintahan pindah ke Kota Sungai Penuh pada 8 Oktober 2009. Perpindahan itu tidak mengubah isi meja makan warga. Tempoyak, gulai ikan semah, dan kopi Kayu Aro tetap hadir.

Meja makan di Siulak biasanya meja panjang dari kayu, tempat seluruh keluarga duduk. Tidak ada urutan ketat. Nasi putih di baskom anyaman, sambal di cobek kecil, dan mangkuk besar berisi gulai jadi pusat perhatian. Warga menyebutnya makan bersama, bukan sekadar sarapan atau makan malam.

Tempoyak, Fermentasi yang Tak Buru-buru

Tempoyak dibuat dari durian yang difermentasi dalam wadah tertutup, biasanya botol kaca atau stoples tanah. Daging durian dicampur garam, lalu disimpan berhari-hari sampai rasa asamnya keluar. Di Siulak, tempoyak tidak dijual di rak supermarket. Ia ada di dapur, diwariskan dari ibu ke anak, dengan takaran yang tidak pernah ditulis.

Cara makannya sederhana. Tempoyak diambil sesendok, dicampur dengan cabai giling dan sedikit terasi, lalu disantap bersama nasi hangat dan ikan goreng. Ada juga yang menumisnya dengan bawang dan daun bawang untuk menemani gulai. Rasa asam dan asinnya memotong lemak gulai, membuat sepiring nasi habis tanpa terasa.

Bagi warga Siulak, tempoyak bukan makanan mewah. Ia makanan simpanan, hasil musim durian yang melimpah. Ketika durian tidak lagi berbuah, tempoyak tetap ada di dapur, siap dikeluarkan saat tamu datang atau saat rindu rasa kampung.

Gulai Ikan Semah dan Kopi Kayu Aro

Ikan semah adalah ikan sungai yang hidup di aliran deras dan danau di kawasan Kerinci. Di Siulak, ikan ini diolah menjadi gulai berkuah kuning, dimasak dengan kunyit, lengkuas, serai, dan santan. Bumbunya tidak pedas menyengat. Kuahnya bening kekuningan, sedikit asam dari belimbing wuluh atau asam kandis, dan gurih dari santan kelapa parut sendiri.

Memasak gulai ikan semah butuh kesabaran. Ikan dimasukkan terakhir agar tidak hancur. Warga biasanya menyajikannya di mangkuk besar, dimakan bersama nasi dan tempoyak. Di warung-warung sederhana sekitar Siulak, gulai ikan semah bisa ditemukan, terutama pada hari pasar atau saat ada acara keluarga. Harganya relatif terjangkab, tergantung ukuran ikan dan hasil tangkapan hari itu.

Kopi Kayu Aro menutup hidangan. Kopi ini berasal dari dataran tinggi Kerinci, ditanam di kebun-kebun warga dan diolah secara tradisional. Di Siulak, kopi diseduh dengan air panas mendidih, tanpa gula bagi yang ingin merasakan rasa aslinya. Ada juga yang menambahkan gula aren. Aroma dan rasa kopi Kayu Aro dikenal kuat, dengan keasaman rendah dan body tebal.

Meja makan Siulak bukan tentang restoran atau presentasi. Ia tentang hasil sungai, kebun, dan kesabaran. Tempoyak yang menunggu berhari-hari, gulai yang dimasak perlahan, dan kopi yang diseduh pagi-pagi. Semuanya tersaji di meja kayu, ditemani obrolan ringan tentang hujan, panen, dan harga kopi.

Orang Juga Bertanya

Apa itu tempoyak dan bagaimana cara makannya?

Tempoyak adalah durian fermentasi yang dicampur garam dan disimpan berhari-hari hingga asam. Di Siulak, tempoyak dimakan dengan nasi hangat, sambal, dan ikan goreng, atau ditumis sebagai pendamping gulai.

Di mana bisa menemukan gulai ikan semah di Siulak?

Gulai ikan semah biasanya tersedia di warung sederhana sekitar Siulak, terutama pada hari pasar atau saat acara keluarga. Ketersediaannya tergantung hasil tangkapan ikan semah hari itu.

Apa keistimewaan Kopi Kayu Aro?

Kopi Kayu Aro ditanam di dataran tinggi Kerinci. Rasanya kuat, body tebal, dan keasaman rendah. Di Siulak, kopi ini diseduh kasar dan diminum sebagai teman makan pagi.

Apakah Siulak masih menjadi ibukota Kabupaten Kerinci?

Tidak. Pusat pemerintahan Kabupaten Kerinci dipindahkan ke Kota Sungai Penuh dan disahkan Menteri Dalam Negeri pada 8 Oktober 2009. Siulak tetap kecamatan dengan ibukota di Desa Dusun Baru.