Jejak Megalitikum Siulak: Batu Berundak dan Menhir di Tanah Kerinci
Batu berundak dan menhir di Siulak, Kerinci, menyimpan jejak megalitikum. Telusuri situs, akses, dan kehidupan warga di kaki Bukit Barisan.

Ringkasan Cepat
- Siulak adalah kecamatan di Kabupaten Kerinci, Jambi, dengan ibukota kecamatan di Desa Dusun Baru.
- Kabupaten Kerinci sempat beribukota di Kota Sungai Penuh sebelum perubahan yang disahkan Menteri Dalam Negeri pada 8 Oktober 2009.
- Batu berundak dan menhir adalah tinggalan megalitikum yang lazim ditemukan di kawasan lembah Kerinci.
- Situs megalitikum Kerinci umumnya berada di area permukiman, kebun, atau sawah warga, bukan di kawasan berpagar khusus.
- Akses ke Siulak dari Kota Sungai Penuh dapat ditempuh lewat jalan darat dengan kendaraan pribadi maupun angkutan umum.
Batu yang Tak Pernah Pindah dari Pekarangan
Pagi di Dusun Baru, Siulak, Kabupaten Kerinci, Jambi, sering dimulai dengan kabut yang turun dari punggung Bukit Barisan. Di antara rumah panggung dan kebun kopi, ada batu-batu besar yang tidak dipindahkan siapa pun selama puluhan tahun. Warga menyebutnya batu berundak. Bentuknya bertingkat, seperti tangga yang dipahat kasar, dengan permukaan berlumut dan sisi yang sudah aus dimakan hujan.
Batu berundak adalah salah satu bentuk tinggalan megalitikum yang banyak dijumpai di lembah Kerinci. Istilah megalitikum merujuk pada tradisi masyarakat purba yang mendirikan bangunan dari batu besar, biasanya untuk keperluan ritual, pemujaan leluhur, atau penanda kubur. Di Siulak, batu-batu ini bukan benda yang dipamerkan di museum. Ia hidup di tengah permukiman, kadang jadi batas pekarangan, kadang jadi tempat duduk saat panen.
Menhir dan Batu Berundak: Dua Wajah Tradisi Batu Besar
Menhir adalah batu tegak, biasanya berbentuk tugu atau pilar, yang didirikan untuk menghormati leluhur atau menandai tempat tertentu. Di kawasan Kerinci, menhir sering ditemukan berdiri di dekat batu berundak, kadang dalam satu kelompok. Batu berundak sendiri berfungsi sebagai altar atau tempat meletakkan sesajen pada masa lalu.
Yang menarik, situs-situs ini tidak selalu berada di lokasi terpencil. Beberapa berada di tengah kebun kayu manis, di pinggir jalan desa, atau di halaman masjid lama. Warga Siulak umumnya tahu keberadaan batu-batu itu, tetapi tidak semua memahami nilai arkeologisnya. Ada yang menganggapnya keramat, ada pula yang sekadar menganggapnya batu biasa.
Dari sisi geografis, Siulak berada di dataran tinggi Kerinci yang dikelilingi perbukitan dan dekat dengan Danau Kerinci. Kondisi tanah vulkanik membuat kawasan ini subur untuk pertanian, terutama kopi, kayu manis, dan sayuran. Iklimnya sejuk, dengan hujan yang cukup sering sepanjang tahun.
Akses, Kehidupan Warga, dan Cara Menyikapi Situs
Menuju Siulak dari Kota Sungai Penuh dapat ditempuh dengan kendaraan pribadi maupun angkutan umum. Jaraknya tidak terlalu jauh, tetapi jalan berkelok dan menanjak karena kontur perbukitan. Setelah Kabupaten Kerinci beribukota di Sungai Penuh hingga perubahan yang disahkan Menteri Dalam Negeri pada 8 Oktober 2009, Siulak tetap menjadi salah satu kecamatan penting dengan pusat pemerintahan di Desa Dusun Baru.
Bagi pengunjung yang ingin melihat batu berundak dan menhir, ada baiknya bertanya kepada warga setempat terlebih dahulu. Tidak semua situs ditandai papan informasi. Beberapa berada di tanah milik warga, sehingga izin dan sopan santun menjadi hal utama. Bawa alas kaki yang nyaman, karena medan bisa licin setelah hujan. Waktu terbaik untuk berkunjung adalah pagi atau sore, saat cahaya tidak terlalu terik.
Ekonomi Siulak bertumpu pada pertanian. Pasar pagi di sekitar Dusun Baru menjadi tempat warga menjual sayur, kopi, dan hasil kebun. Kehidupan sehari-hari berjalan tenang, jauh dari kesan kota besar. Justru di situlah daya tariknya: situs megalitikum bukan objek wisata yang dikemas rapi, melainkan bagian dari lanskap hidup masyarakat.
Tonton Video
Orang Juga Bertanya
Apa itu batu berundak di Siulak?
Batu berundak adalah batu besar bertingkat yang merupakan tinggalan tradisi megalitikum, diduga digunakan sebagai altar atau tempat ritual pada masa lampau.
Di mana lokasi menhir dan batu berundak di Siulak?
Sebagian berada di area permukiman, kebun, dan pekarangan warga di Kecamatan Siulak, Kabupaten Kerinci. Tidak semua situs ditandai papan informasi resmi.
Apakah situs megalitikum Siulak bisa dikunjungi wisatawan?
Bisa, tetapi sebaiknya meminta izin warga setempat karena banyak situs berada di tanah milik pribadi atau area yang dianggap keramat.
Bagaimana akses menuju Siulak dari Kota Sungai Penuh?
Dapat ditempuh dengan kendaraan pribadi atau angkutan umum melalui jalan darat dengan kontur berkelok dan menanjak.